26 Tahun Jasad Kiai Utuh


26 Tahun Jasad Kiai Utuh
Subhanallah Hanya Rambut yang Memutih : Banyak Diziarahi

Tangerang, Warta Kota

Bukan gosip ataupun isu, tetapi fakta. Jasad kiai yang juga dikenal sebagai tokoh masyakarat di kawasan Benda, Tangerang, masih utuh kendati telah dikubur 26 tahun.

Warga Jalan Garuda Pintu Air, RT 03/02 Kelurahan Jurumudi Baru, Kecamatan Benda, Kota Tangerang, pun heboh. Keutuhan jasad Kiai Haji Abdullah Mukmin itu diketahui pada saat makam sang kiai dibongkar karena terkena proyek pelebaran jalan.

Alhasil, kini makam kiai yang juga mantan Wakil Ketua Pengadilan Negeri Tangerang itu menjadi pusat perhatian warga. ”Ada saja yang datang ke sini. Ada yang mau ziarah, ada juga yang cuma sekadar lihat-lihat,” kata Ahmad Pathi yang didampingi Mukhtar, keduanya anak mendiang KH Abdullah Mukmin, saat ditemui Warta Kota Selasa (18/8) petang.


Menurut warga setempat, Pemerintah Kota Tangerang melakukan penggusuran tanah di Benda terkait proyek pelebaran jalan menuju Bandara Soekarno-Hatta.

Mukhtar yang merupakan putra sulung KH Abdullah Mukmin mengatakan, kuburan ayahnya tersebut berada di Musala An-Najat. Lokasinya di bibir Kali Cisadane, tidak jauh dari Pondok Pesantren As-Ashidiqiah II milik KH Iskandar SQ.

”Saat makam dibongkar, keluarga dan masyarakat di sini tidak tahu. Namun begitu mengetahui kondisi mayatnya masih utuh, warga heboh. Semua orang pada berdatangan, termasuk wartawan,” ujar Mukhtar.

Bahkan, kata Mukhtar, Kapolresta Tangerang sampai tiga kali datang dan memerintahkan anak buahnya untuk merekam pembongkaran dan kondisi jasad KH Abdullah Mukmin.

”Waktu makam dibongkar, kami melihat kain kafan yang melilit tubuh Bapak masih utuh dan berwarna putih. Saya sempat lihat wajahnya, masih seperti 26 tahun lalu atau waktu dikubur, nggak berubah. Badannya juga masih seperti dulu, cuma rambutnya agak memutih. Baunya wangi sekali,” kata Muhktar.

Dia mengatakan, ayahnya meninggal pada 22 Oktober 1993 karena gagal ginjal setelah sempat menjalani pengobatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Saat makam dibongkar, Ahmad yang mengikuti pembongkaran itu antara percaya dan tidak ketika melihat jasad ayahnya masih utuh.

Selain jasad KH Abdullah Mukmin, papan penutup jenazah pun dalam kondisi utuh dan sama sekali tidak lapuk ataupun digerogoti rayap.

”Kain kafan masih utuh. Cuma waktu mau dipindahin kainnya kotor kena lumpur. Jadi, cuma saya siram-siram air sedikit bersih lagi. Papan penutup yang sampai ke dasar juga utuh,” kata Ahmad seraya memperlihatkan papan tersebut.

”Saya nyimpen dua papan buat kenang-kenangan,” imbuhnya. Menurut Ahmad, papan tersebut adalah kayu kamper.

Atas keanehan tersebut, kata Ahmad, bahkan ada orang yang meminta papan penutup makam itu. ”Saya nggak tahu buat apa. Saya nggak kasih,” katanya.

Saat ditanya seperti apa ayah mereka, Ahmad dan kakaknya mengatakan bahwa KH Abdullah Mukmin merupakan guru sekaligus tokoh masyakarat yang disegani.

Abdullah mulai menetap di Jurumudi pada tahun 1950-an, setelah menuntut ilmu di Darul Ulum, Mekkah, selama 25 tahun.

Abdullah menikah tiga kali. Istri pertamanya, Rohani, meninggal setelah memberikan dua anak. Abdullah kemudian menikahi Maswani dan mereka dikarunia lima anak.

Namun, Maswani lebih dulu dipanggil Sang Khalik. Abdullah kemudian menikahi Hajah Romlah, asal Kramat Pulo, Jakarta Pusat, namun mereka tidak dikarunia anak.

Abdullah merupakan pendiri Madrasah Ibtidaiyah (MI) Islahuddiniyah yang berada di depan rumahnya di Jurumudi. Kini madrasah tersebut dikelola oleh salah satu putranya, Abdul Zibaqi. Madrasah ini pun sebagian tergusur dan tengah dalam pembangunan di lokasi baru.

Adapun makam Abdullah berada di samping Musala An-Najat, sesuai dengan wasiatnya. ”Ayah saya berpesan, kalau meninggal supaya dimakamkan di samping Musala An-Najat,” kata Ahmad.

Setelah makamnya dibongkar, jenazah KH Abdullah dimakamkan di lokasi baru, beberapa belas meter dari makam lama. Makam yang baru tersebut letaknya persis di depan rumah Ahmad.

Di arel pemakaman baru itu terdapat tiga makam, yakni makam KH Abudllah Mukmin; makam putra keduanya, M Subur; dan makam Maswani, istri kedua Abdullah yang juga ibu kandung Ahmad. (Agung Nugroho)

Warta kota.co.id

Iklan

4 Tanggapan

  1. wah, subhanallah

    • Kebesaran Tuhan tak ada yang menandingi bos….thanks ud mampir…link ane pasang yeh

  2. Subhanalloh, trima kasih kunjungannya, dan postingannya bagus, jadi merinding

    • thank’s ud mampir…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: